Pertamina Resmikan CSR Kampung Toga di Muara Badak

img

(Peresmian program CSR Kampung Toga di Muara Badak, Sabtu 19 Desember 2020)


BALIKPAPAN - Pertamina Marketing Operation Region VI melalui Integrated Terminal Balikpapan meresmikan program Corporate Social Responsibility  (CSR) Kampung TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di RT.49 Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan, Sabtu (19/12).

Program ini termasuk dalam salah satu pilar CSR Pertamina yaitu Pertamina Sehat yang mana kegiatan ini adalah sebagai bentuk wujud kepedulian dan tanggungjawab perusahaan khusunya di Ring 1 Pertamina.

Program Pertamina Sehati melalui pengembanganya Kampung Toga yang mana sebelumnya merangkul masyarakat Kampung KB Semarak Ceria 68 untuk memproduksi olahan makanan sehat dengan brand PAWON (Patra Wonderfood Snack), kini masyarakat diajak memanfaatkan lahan sekitar untuk ditanami tanaman obat-obatan.

Program ini juga sejalan dengan perwujudan kota tanpa kumuh di kelurahan Muara Rapak. Selain itu juga bertujuan membantu masyarakat meningkatkan ketahanannya selama masa pandemi seperti saat ini meliputi ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, ketahanan keluarga, serta perlindungan kesehatan keluarga.

Pagi itu, kegiatan dibuka oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Muara Rapak dan dihadiri oleh Lurah Muara Rapak, Sekertaris Camat Balikpapan Utara, Tim Kotaku, Kader Kesehatan Muara Rapak, Babinkamtibnas Muara Rapak, Babinsa Muara Rapak serta warga RT 49.

Adi Suwito selaku Ketua LKM Muara Rapak menerangkan warga di kampung toga ini bekerja secara swadaya bergotong royong dan menata pemukiman mereka yang sebelumnya kumuh menjadi lebih bersih dan asri. Bantuan CSR Pertamina memiliki dampak yang luar biasa untuk masyarakat, dan kami warga muara rapak sangat berterima kasih.

Harapannya agar bantuan ini akan membawa keberkahan bagi masyarakat Muara Rapak dan mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pertamina kepada masyarakat disini serta mengharapkan program ini dapat menjadi salah satu pilot project yang dapat dikembangkan di wilayah lainnya di kelurahan Muara Rapak.

Tidak hanya menanam dan memperindah lingkungan, masyarakat juga mengolah tanaman toga ini menjadi beraneka bentuk olahan dari makanan ringan, hingga jamu-jamuan herbal yang dapat membantu meningkatkan imun tubuh serta dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini juga dapat membantu menjaga ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat.

“Melalui peresmian Kampung Toga, warga di sini diharapkan bukan hanya menanam, namun merawat dan dapat memanfaatkan secara maksimal tanaman obat-obatan khususnya membantu menjaga imun tubuh keluarga di masa Pandemi Covid-19 yang belum usai. Sehingga kesehatan keluarga dan masyarakat lainnya tetap terjaga dengan baik dari dalam diri” ujar Satria, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VI.

Secara turun temurun tanaman obat sering kali dijadikan sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai jenis penyakit dan menjadikan tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga. Tidak hanya digunakan sebagai persediaan obat-obatan herbal keluarga. Tanaman obat Keluarga (TOGA) memiliki beragam manfaat, baik nantinya digunakan sebagai obat tradisional yang sifatnya mencegah atau mengobati berbagai penyakit akut hingga kronis sekalipun, sebagai bumbu pelengkap masakan atau menambah nilai estetika tersendiri jika tertanam dengan tertata rapi sehingga dapat mewujudkan kawasan yang asri dan indah.

“Varietas Toga juga beragam dari seperti jahe merah dan putih, lengkuas, serai, dan beragam toga. Selanjutnya diharapkan setiap rumah dapat menanam toga serta mengolahnya secara mandiri, memanfaatkan dengan baik bantuan dari Pertamina,  Mudah- mudahan bisa semakin ditingkatkan brand kampung toga untuk tempat edukasi  penanaman dan pengolahan toga. Kuncinya adalah konsisiten dengan yang telah dikembangkan, kita syukuri untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat” ujar Bapak Harun Sekertaris Camat Balikpapan Utara.

Selanjutnya melalui Integrasi program Pertamina Sehati  Kampung Toga dan Pawon (Patra Wonderfood Snack) diharapkan dapat membantu masyarakat di masa pandemi yang terbatas pergerakannya akibat anjuran untuk tidak berkumpul serta dampak ekonomi yang menyertainya. Namun warga juga dapat secara mandiri melakukan kegiatan melalui penanaman toga dan produksi olahan-olahan dari tanaman toga ini.(mid/poskotakaltimnews.com)